a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Terungkap! Perempuan yang Tewas dalam Sumur di Glagah Ternyata Dibunuh Kekasihnya Sendiri Lantaran Cemburu

FANZIS LAW OFFICE > Cultural Schemas  > Terungkap! Perempuan yang Tewas dalam Sumur di Glagah Ternyata Dibunuh Kekasihnya Sendiri Lantaran Cemburu

Terungkap! Perempuan yang Tewas dalam Sumur di Glagah Ternyata Dibunuh Kekasihnya Sendiri Lantaran Cemburu

Terungkap! Perempuan Tewas dalam Sumur di Glagah Ternyata Dibunuh Kekasihnya Karena Cemburu

Terungkap! Misteri tewasnya seorang perempuan bernama Sri Iswanti dalam sumur di kawasan Pantai Glagah, Kecamatan Temon, 11 Januari 2018 lalu akhirnya terungkap.

Perempuan itu dipastikan telah dibunuh oleh kekasihnya sendiri lantaran cemburu.

Polisi telah mengamankan pelaku bernama As (43), warga Probolinggo yang bermukim di Purworejo pada Selasa (16/1/2018) lalu di kediamannya.

Pria yang juga sudah beristri itu diketahui telah menjalin hubungan asmara dengan korban, Sri Iswanti yang berprofesi sebagai pemandu lagu di sebuah kafe di Purworejo.

 

Kapolres Kulonprogo, AKBP Irfan Rifai mengatakan berdasarkan keterangan saksi, alat bukti, dan juga digital forensik dari handphone korban, semua indikasinya mengarah kepada pelaku.

Dari situ, petugas lantas menciduk pelaku di rumahnya di Purworejo.

“Pelaku mengakui perbuatannya itu. Motifnya, ia cemburu karena korban yang sudah dipacari dan dinafkahinya sejak lima tahun itu menjalin hubungan dengan lelaki lain. Hubungan mereka merenggang,” kata Kapolres Kulonprogo, AKBP Irfan RIfai, Kamis (18/1/2018).

Peristiwa pembunuhan itu bermula ketika sepasang kekasih itu bertandang ke Pantai Glagah pada 10 Januari sekitar pukul 10 malam setelah sebelumnya pelaku menjemput korban di pinggir jalan dekat kos lamanya.

Mengendarai sepeda motor AA 3496 ZV milik pelaku, keduanya melenggang menuju Glagah dan selama perjalanan itu keduanya terlibat cekcok.

Sesampainya di area laguna, cekcok masih berlanjut dan keluar umpatan dari korban yang membuat pelaku tersinggung.

Keduanya lalu saling terlibat adu pukul menggunakan batu di mana pukulan pelaku sempat mengenai kepala korban.

Keduanya lalu melanjutkan perjalanan hingga sampai di jalan dekat lokasi penemuan mayat korban.

Diduga karena emosi dan cekcok tanpa henti, korban sempat berjalan menjauh dari pelaku.

Saat itulah pelaku melempar batu yang di dapatnya dari sekitar lokasi ke arah korban hingga mengenai tengkuknya.

Korban lalu tersungkur tak bergerak.

Dimungkinkan pelaku merasa waswas dan panik mendapati darah di sweater kekasihnya dan melihatnya tak bergerak lagi.

Melihat ada sumur di pinggir jalan, pelaku lantas memegang kaki korban dan menyeretnya lalu dijatuhkan ke dalam sumur.

“Menurut pelaku, setelah dimasukkan ke dalam sumur dengan air sedalam sekitar setengah meter, korban sempat terlihat masih bergerak-gerak. Namun, pelaku tak menghiraukannya dan langsung pergi,” kata Irfan.

Pelaku kini diamankan di Mapolres Kulonprogo untuk menjalani pemeriksaan.

Ia dijerat dengan pasal pidana primer 337 KUHP subsider pasal 351 KUHP.

Jenazah Sri Iswanti ditemukan mengambang dalam sumur berkedalaman sekitar 9 meter di Pedukuhan Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kamis (11/1/2018).

Keberadaannya ditemukan warga setempat sekitar pukul 6 pagi.

Warga yang mengecek lokasi mendapati jejak kaki serta bekas benda terseret dari arah jalan menuju sumur tersebut.

Mereka lalu mengecek ke dalam sumur dan menemukan mayat tersebut mengambang dengan posisi kaki di bagian atas.

No Comments

Leave a Comment