a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Teh Bisa Dimanfaatkan dalam Negosiasi dan Komunikasi menurut Ketua Kapurel Yogya

FANZIS LAW OFFICE > Cultural Schemas  > Teh Bisa Dimanfaatkan dalam Negosiasi dan Komunikasi menurut Ketua Kapurel Yogya

Teh Bisa Dimanfaatkan dalam Negosiasi dan Komunikasi menurut Ketua Kapurel Yogya

Ketua Kapurel Yogya : Teh Bisa Dimanfaatkan dalam Negosiasi dan Komunikasi

Menurutnya, teh sudah menjadi minuman tren karena dianggap ringan tidak seperti kopi, sehingga siapapun saja bisa meminum teh.

Hal itu juga mendasari Kapurel untuk menjadikan teh sebagai topik diskusi rutin setiap bulannya yang digelar pada hari ini, Jumat (26/1/2018) sore.

Acara tersebut bertema ‘Dealing Business dengan Teh’ dan dilaksanakan di Hotel Satoria Yogyakarta, Sleman, Yogyakarta.

“Kami bekerjasama dengan Perkebunan Teh dan Agrowisata Tambi Wonosobo untuk menjadi narasumber pada agenda kali ini,” kata Hairul.

Pihak Tambi tersebut diminta untuk berbagi informasi terbaru apa dan bagaimana memanfaatkan teh dalam berkomunikasi.

Sebagai seorang PR, bahasa menggunakan teh dan kopi sudah menjadi tren, sehingga seluk-beluk mengenai teh harus dikuasai oleh seorang PR dalam menerapkan strategi negosiasinya.

“Intinya saat ini perkembangan teh seperti apa, varian tehnya apa saja, olahan hasil tehnya. Kemudian peminatnya ini siapa. Ini yang kita ‘tembak’, sehingga bisa menjadi lebih mudah dalam bernegosiasi,” kata Hairul.

Kemudian, acara yang digelar hari ini merupakan acara diskusi bulanan para PR/Hubungan Masyarakat yang berada di Yogyakarta.

Ditambahkannya, sekitar 50-an anggota Kapurel yang hadir pada diskusi kali ini.

Ia menuturkan dipilihnya hari Jumat karena sengaja diputuskan untuk memilih hari yang dekat dengan akhir pekan, sehingga kemungkinan banyak anggota Kapurel yang bakal hadir.

Para anggota Kapurel kalau hari lain kemungkinan besar tidak bisa hadir karena sibuk dengan agenda kerja masing-masing.

“Kemudian, supaya anggota yang mau mudik liburan akhir pekan bisa sekalian malamnya berangkat,” kata Hairul.

Penentuan lokasi memang sengaja digilir di hotel-hotel yang ada di Yogyakarta.

Menurutnya, hal ini memang sudah menjadi kesepakatan Kapurel agar semua menjadi tuan rumah acara.

Selain itu, agenda rutin ini merupakan upaya untuk menambah wawasan anggota terkait tren strategi pemasaran serta wawasan tentang ke-PR-an pada masa kini.

“Setiap bulan, topiknya berganti-ganti, karena anggota butuh wawasan baru karena pekerjaan ini bertemu dengan banyak orang, sehingga wawasan juga harus seimbang,” tuturnya.

No Comments

Leave a Comment