a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Mendalami Pengakuan dari Mirwan Amir, KPK Didesak Panggil SBY

FANZIS LAW OFFICE > Cultural Schemas  > Mendalami Pengakuan dari Mirwan Amir, KPK Didesak Panggil SBY

Mendalami Pengakuan dari Mirwan Amir, KPK Didesak Panggil SBY

Koordinator Tim Pembela Demokrasi (TPDI), Petrus Selestinus menilai pengakuan mantan Politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor terkait keterlibatan mantan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam korupsi E-KTP adalah pernyataan yang sangat penting. Terutama dalam membantu KPK mengungkap tuntas siapapun yang diduga terlibat dalam proyek nasional pengadaan e-KTP tersebut.
Petrus, beranggapan kesaksian Mirwan Amir itu adalah pernyataan yang diberikan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor sebagai Keterangan Saksi yang diberikan di bawah sumpah dalam kapasitas dirinya sebagai Saksi untuk terdakwa Setya Novanto.
“Sebagai keterangan seorang saksi yang diberikan di bawah sumpah, maka keterangan Saksi Mirwan Amir, mempunyai nilai pembuktian yang sangat kuat,” ujar Petrus di Jakarta, Minggu (28/1).
Pasalnya kata Petrus, hal yang disampaikan Mirwan Amir dalam persidangan tersebut adalah apa yang didengar, dilihat dan dialami sendiri. Hal ini tidak boleh dikarang atau berdasarkan informasi yang didengar dari cerita orang lain (testimonium de auditu). Sebab memiliki konsekuensi hukum sehingga tidak boleh dianggap sebagai saksi palsu. Salah satu terdakwa yang dikenai kesaksian palsu adalah Miryam Haryani.
Petrus juga meminta Partai Demokrat harus mendorong KPK memanggil SBY untuk didengar keterangannya sebagai Saksi dalam penyidikan kasus e-KTP. Hal itu dilakukan kata Petrus untuk mengungkap peran pihak lain yang hingga saat ini belum diungkap tuntas oleh KPK dan para Terdakwa lainnya yang sudah lebih dahulu diproses, juga terkait jatah Demokrat Rp. 150 Miliar.
“Keterangan Saksi Mirwan Amir bahwa dirinya pernah meminta kepada SBY yang pada waktu itu adalah sebagai Presiden RI dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, sedangkan Mirwan Amir saat itu adalah sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menjabat Wakil Ketua Banggar, harus dipandang secara positif sebagai sikap yang berani dan jujur,” jelasnya

No Comments

Leave a Comment