a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Aksi Klitih Masih Terus Meresahkan Warga di Yogyakarta

FANZIS LAW OFFICE > Cultural Schemas  > Aksi Klitih Masih Terus Meresahkan Warga di Yogyakarta

Aksi Klitih Masih Terus Meresahkan Warga di Yogyakarta

Aksi Klitih Masih Meresahkan Warga di Yogyakarta

YOGYA – Masih maraknya aksi klitih di wilayah Yogyakarta, membuat sebagian masyarakat merasa was-was saat hendak pulang malam.

Mereka pun berharap, aparat kepolisian bisa membersihkan kota pelajar dari tindak kriminal semacam itu.

Seorang warga yang merasakan ketidaknyamanan itu adalah I Ketut Mustika (25).

Pegawai swasta asal Bali tersebut, memang seringkali diharuskan pulang malam, karena tuntutan pekerjaan.

Namun, sejak aksi klitih kembali marak, ia mengaku khawatir.

“Ya, ada kekhawatiran. Pelaku klitih itu kan kadang asal pilih korbannya. Tidak pandang bulu. Itu yang saya khawatirkan. Tapi, mau bagaimana lagi, saya hampir setiap hari harus pulang malam,” katanya, Jumat (2/2/2018).

Ketut pun berharap, pihak kepolisian bisa mengantisipasi agar kejadian klitih itu tak terulang lagi, lantaran sampai sekarang sudah memakan cukup banyak korban.

Terlebih, lanjutnya, Polda DIY saat ini sudah punya Tim Resmob Progo Sakti, yang bisa menangani kasus semacam ini.

“Harapan saya, kepolisian bisa lebih mengantisipasi, karena gerombolan klitih ini benar-benar meresahkan masyarakat. Apalagi, itu di Polda DIY kan sudah ada Tim Resmob Progo Sakti, bisa dimaksimalkan,” tambahnya.

Sementara itu, Cahrianti, seorang mahasiswi sebuah universitas swasta di Yogyakarta itu, tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.

Terlebih, dirinya acapkali harus keluar makan, untuk mengerjakan tugas kelompok, atau sekadar mencari makan.

“Takut, apalagi saya perempuan dan pendatang. Kadang kalau memang harus pulang malam, saya minta diantar teman, atau pilih naik ojek saja biar aman,” ujarnya. (*)

No Comments

Leave a Comment