a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Sleman DPRD Sleman Dukung Perbaikan Bangunan Cagar Budaya

FANZIS LAW OFFICE > Training  > Sleman DPRD Sleman Dukung Perbaikan Bangunan Cagar Budaya

Sleman DPRD Sleman Dukung Perbaikan Bangunan Cagar Budaya

SLEMAN – Menanggapi rencana Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman untuk memperbaiki dua bangunan cagar budaya di tahun 2018 didukung oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Arif Priyo Susanto.

Anggota Komisi D dari Fraksi Gerindra tersebut menjelaskan hal tersebut tepat dan penting dilakukan.

Terlebih bangunan tesebut memiliki nilai sejarah yang harus senantiasa dilestarikan.

“Jangan sampai nilai sejahnya hilang. Karena kalau tidak diperbaiki, lalu bangunannya rusak akibat kondisi alam nanti malah akan hilang dengan sendirinya,” terangnya kepada wartawan, Minggu (4/2/2018).

Selain itu, diharapkan pula dengan perbaikan tersebut dapat menarik sektor pariwisata.

“Kalau diperbaiki dan syukur-syukur itu jadinya lebih bagus. Nanti juga bisa untuk kawasan wisata cagar budaya,” pungkasnya.

Sebelumnya dilaporkan, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman tahun ini akan menerima Dana Keistimewaan (Danais) Rp10,9 miliar.

Angka tersebut menurun dari Danais yang diterima pada 2017 lalu yang mencapai Rp15 milyar.

Meski begitu, Disbud Sleman tetap akan mengalokasikan Rp1,6 milyar dari Danais untuk perbaikan bangunan cagar budaya.

Dua bangunan tersebut yaitu bangunan di RSJ Grhasia di Pakem dan Pendopo Kepanjen di Kecamatan Berbah.

Kepala Disbud Sleman, HY Aji Wulantara menuturkan perbaikan dua bangunan tersebut bisa dikatakan kelanjutan dari perbaikan dua bangunan cagar budaya di tahun 2017 lalu, yaitu Kapanewon di Kecamatan Tempel dan bangunan Pegadaian Sleman.

“Sebuah bangunan RSJ Grhasia yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya akan diperbaiki anggarannya Rp900 juta. Sementara untuk perbaikan Pendopo Kepanjen dialokasikan dana Rp700 juta. Total Rp1,6 miliar,” jelas Aji.

Dijelaskan Aji, perbaikan bangunan cagar budaya tersebut sesuai amanat dari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman nomor 15/2015 tentang pengelolaan warisan budaya dan cagar budaya.

Masyarakat pun diminta untuk saling menjaga bangunan cagar budaya dan tidak mengubah bentuk aslinya.

11 Program Prioritas

Selain pembangunan fisik, Danais juga akan dialokasikan ke 10 program lain di antaranya pembinaan dan pengembangan bahasa sastra dan kesejarahan, pembinaan pengembangan kelompok seni dan budaya, pembinaan dan pengembangan rintisan desa budaya dan kantong budaya, penghargaan seniman dan budayawan.

“Juga untuk penyelenggaraan festival seni dan budaya, gelar budaya yogya, promosi seni dan budaya daerah, pembinaan penghayaat kepercayaan adat dan tradisi, pengembangn nilai luhur dan implementasi nilai lihur di masyarakat, dan pembinaan kelembagaan adat dan tradisi,” pungkasnya

No Comments

Leave a Comment