a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Keberatan / Eksepsi dalam Perkara Perdata

FANZIS LAW OFFICE > High Pressure  > Keberatan / Eksepsi dalam Perkara Perdata

Keberatan / Eksepsi dalam Perkara Perdata

Menurut ilmu Hukum Acara Perdata, yang dimaksud dengan Keberatan atau Eksepsi adalah suatu tangkisan atau bantahan (objection) yang diajukan oleh Tergugat terhadap hal-hal yang menyangkut syarat formalitas gugatan yaitu jika gugatan yang diajukan mengandung cacat formil.

Apa yang dimaksud cacat formil? Cacat formil artinya di dalam suatu gugatan terdapat kekeliruan atau kesalahan yang menyangkut bentuk gugatan dan tata cara mengajukannya. Gugatan yang memiliki cacat formil dapat mengakibatkan gugatan tidak dapat diterima (Niet Onvantkelijke Verklaard).

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa tujuan pokok pengajuan eksepsi, yaitu agar pengadilan mengakhiri proses pemeriksaan tanpa lebih lanjut memeriksa materi pokok perkara.*)

Berikut ini adalah Jenis jenis Eksepsi:*)

EKSEPSI PROSESUAL (Processuele Exceptie)

Secara garis besar, eksepsi prosesual dibagi menjadi dua:

Eksepsi Tidak Berwenang Mengadili Secara Absolut / Kompetensi Absolut

Kompetensi Absolut berkaitan dengan kewenangan mengadili dalam lingkup sistem peradilan (Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara, Peradilan Agama, dan Peradilan Militer), Peradilan Khusus (Arbitrase, Pengadilan Niaga, dan lain-lain).

Eksepsi Tidak Berwenang Mengadili Secara Relatif / Kompetensi Relatif

Kompetensi relatif berkaitan dengan kewenangan mengadili pengadilan berdasarkan tempat tinggal para pihak (actor sequitor forum rei) dan letak Objek Sengketa (forum rei sitae) serta domisili pilihan para pihak. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 118 Herziene Inlandsch Reglement (“HIR”).

Menurut Pasal 134 HIR maupun Pasal 132 Reglement op de Rechsvordering (“Rv”), Eksepsi Kewenangan Absolut dapat diajukan oleh Tergugat setiap saat selama proses pemeriksaan berlangsung di persidangan tingkat pertama sampai sebelum putusan dijatuhkan. Sedangkan menurut Pasal 125 ayat (2) dan Pasal 133 HIR eksepsi tentang kompetensi relatif diajukan bersamaan dengan pengajuan jawaban pertama terhadap materi pokok perkara. Tidak terpenuhinya syarat tersebut mengakibatkan hak tergugat untuk mengajukan eksepsi relatif menjadi gugur. Pasal 136 HIR memerintahkan hakim untuk memeriksa dan memutus terlebih dahulu pengajuan eksepsi kompetensi tersebut sebelum memeriksa pokok perkara. Penolakan atas eksepsi kompetensi dituangkan dalam bentuk putusan sela (Interlocutory), sedangkan pengabulan eksepsi kompetensi, dituangkan dalam bentuk bentuk putusan akhir (Eind Vonnis).

EKSEPSI PROSESUAL SELAIN EKSEPSI KOMPETENSI

Eksepsi Surat kuasa khusus tidak sah

Surat kuasa khusus dapat dinyatakan tidak sah karena sebab-sebab tertentu, misalnya suarat kuasa bersifat umum (Putusan Mahkamah Agung no.531 K/SIP/1973), surat kuasa tidak mewakili syarat formil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123 HIR, surat kuasa dibuat bukan atas nama yang berwenang (Putusan Mahkamah Agung no. 10.K/N/1999).

Eksepsi Error in Persona

Suatu gugatan dapat dianggap error in persona apabila diajukan oleh anak dibawah umur (Pasal 1330 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”), mereka yang berada dibawah pengampuan/curatele (Pasal 446 dan Pasal 452 KUH Perdata), seseorang yang tidak memiliki kedudukan hukum/legal standing untuk mengajukan gugatan (persona standi in judicio).

Jenis Eksepsi error in persona yang dapat diajukan, antara lain meliputi:

  • Eksepsi diskualifikasi. Dalam hal ini, yang bertindak sebagai penggugat, bukan orang yang berhak, sehingga orang tersebut tidak mempunyai hak dan kapasitas untuk menggugat (persona standi in judicio).
  • Keliru pihak yang ditarik sebagai tergugat.
  • Exceptio Plurium Litis Consortium.Alasan pengajuan eksepsi ini, yaitu apabila para pihak yang disebut dalam gugatan tidak lengkap. Masih ada orang yang harus ikut dijadikan sebagai penggugat atau tergugat, baru sengketa yang dipersoalkan bisa diselesaikan secara tuntas dan menyeluruh.

Exceptio Res Judicata atau Ne bis in Idem

Ne bis in Idem artinya adalah sebuah perkara tidak dapat diperkarakan dua kali, yaitu bila terdiri dari para pihak yang sama, obyek yang sama, dan materi pokok yang sama, dan telah mendapat putusan Hakim yang telah berkekuatan Hukum tetap.

Exceptio Obscuur Libel

Yang dimaksud dengan obscuur libel, gugatan penggugat tidak terang atau isinya gelap (onduidelijk). Padahal agar gugatan dianggap memenuhi syarat formula, dalil gugatan harus terang dan jelas atau tegas (duidelijk).

Dalam praktik dikenal beberapa bentuk eksepsi obscuur libel, yaitu antara lain:

  • Tidak jelasnya dasar hukum dalil Gugatan
  • Tidak jelasnya Objek sengketa
  • Petitum tidak jelas
  • Posita tidak jelas membedakan masalah Wanprestasi atau Perbuatan Melawan Hukum

EKSEPSI HUKUM MATERIIL (Materiele Exceptie)

Cara penyelesaian eksepsi jenis ini merujuk pada Pasal 136 HIR, yaitu diperiksa dan diputus bersama-sama dengan pokok perkara. Penyelesaian eksepsi materiil tidak berbentuk putusan sela, tetapi langsung sebagai satu kesatuan dengan pokok perkara dalam bentuk putusan akhir.

Jenis Eksepsi Materiil, diantaranya:

Exceptio Dilatoria

Disebut juga dengan eksepsi gugatan masih terlalu dini untuk diajukan (prematur).

Exceptio Peremptoria

Merupakan eksepsi yang dapat Meningkatkan gugatan karena masalah yang digugat tidak dapat diperkarakan, misalnya: gugatan telah daluwarsa, adanya penipuan dan/atau pemaksaan dalam pembuatan perjanjian, atau misalnya, Objek barang yang digugat bahkan bukan merupakan milik penggugat melainkan milik orang lain atau milik tergugat.

Demikianlah jenis jenis Eksepsi atau Keberatan yang dapat diajukan terhadap suatu gugatan yang diajukan oleh penggugat. Dalam praktik, masih banyak lagi jenis atau bentuk Eksepsi yang dapat diajukan terhadap suatu gugatan.

Oleh karenanya, sebaiknya konsultasikan permasalahan hukum Anda dengan Advokat atau Konsultan Hukum, guna mendapat solusi yang terbaik. Tidak perlu kuatir akan biaya jasa (fee) Advokat yang cukup mahal, karena ada begitu banyak Advokat yang menggratiskan fee bagi mereka yang tidak mampu.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga informasi diatas dapat berguna bagi Anda. Terima kasih.

No Comments

Leave a Comment