a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Tentang Gugatan Balik / Rekonvensi

FANZIS LAW OFFICE > pengacara  > Tentang Gugatan Balik / Rekonvensi

Tentang Gugatan Balik / Rekonvensi

Rekonvensi (gugatan balik) diatur dalan Pasal 132 a dan 132b HIR yang disisipkan dalam HIR melalui Stb. No. 300 Tahun 1927, dua pasal tersebut mengambil alih Pasal 244-247 BRv. Rekonvensi juga diatur dalam Pasal 157-158 RBg. Rekonvensi (reconventie, reconvention) dalah gugatan yang diajukan oleh Tergugat berhubung Penggugat juga melakukan wanprestasi terhadap Tergugat. Tergugat baru dapat melakukan rekonvensi bila secara kebetulan Penggugat juga pernah melakukan wanprestasi terhadap Tergugat. Tujuan rekonvensi adalah untuk menetralisirkan atau mengimbangi gugatan Penggugat.

Pengaturan rekonvensi ( gugat balik, gugat balas ) dari pihak tergugat dalam pasal : pasal 157 RBg/Pasal 132 a HIR :

Tergugat dapat mengajukan gugat balas ( reconventie ), rekonpensi dalam segala perkara kecuali ;

  • Semula dalam perkara itu bukan bertindak untuk diri sendiri, sedang gugat balas ditunjukan pada diri sendiri.
  • Apabila Pengadilan Negeri tidak mempunyai wewenang mutlak
  • Dalam hal perselisihan tentang pelaksanaan putusan Hakim.

Jika dalam pemeriksaan tingkat pertama tidak diajukan gugatan balas, maka dalam tingkat banding tidak dapat diajukan lagi.

Menurut pasal 158 RBg/132 b HIR.

  • Tergugat harus mengajukan gugatan balas ( rekonvensi ) bersama-sama dengan jawabannya baik tertulis/lisan.
  • Tentang gugatan balas berlaku juga peraturan ini.
  • Kedua perkara ini diperiksa bersama-sama dan diputuskan dalam satu putusan, kecuali kalau Pengadilan berpendapat bahwa perkara yang satu dapat diselesaikan terlebih dahulu dari pada yang lain, dalam hal ini perkara yang dapat diperiksa dahulu boleh didahulukan tetapi gugatan semula dan gugat balas ( rekonpensi ) yang belum diputuskan tetap diperiksa oleh Hakim yang sama sampai dijatuhkannya putusan akhir.
  • Dapat memohon banding, kalau jumlah uang dalam gugatan semula ditambahkan dengan jumlah uang dalam gugat balas lebih dari jumlah yang sebanyak-banyaknya yang dapat diputus oleh Pengadilan Negeri sebagai Pengadilan Tertinggi.
  • Kalau kedua pemeriksaan dipisahkan dan diputuskan satu persatu maka harus diturut peraturan biasa tentang naik banding.

Gugat balas ( rekonvensi ) diajukan bersama-sama dengan jawaban tergugat baik lisan/ tertulis, dalam praktek biasanya rekonvensi dapat diajukan sebelum proses pembuktian. Dalam rekovnensi adalah hak istimewa dari tergugat untuk menggugat penggugat bukan gugatan yang berdiri sendiri sehinga sebutan pihak-pihak adalah : penggugat kompensi – tergugat kompensi, penggugat rekonvensi – tergugat rekonvensi. Gugat balas ( rekonvensi ) ini diperiksa bersama-sama dengan gugatan pokok, mempercepat peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan dan dapat mencegah putusan akhir saling bertentangan.

No Comments

Leave a Comment