a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Memahami Hukum di Indonesia

FANZIS LAW OFFICE > artikel kami  > Memahami Hukum di Indonesia

Memahami Hukum di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang dikenal sebagai negara hukum.di Indonesia sendiri memiliki banyak sekali hukum mulai dari hukum yang ada di daerah sampai hukum yang berlaku di Negara. Dengan adanya hukum, maka tatanan kehidupan semakin disiplin, tertib dan tertata. Akan tetapi juga banyak warga negara yang melanggar hukum, salah satu contoh kasus melanggar hukum adalah korupsi. Dan pastinya jika warga negara melanggar hukum, maka warga negara berhak atas menerima sanksi yang telah dilakukan. Nah, kosrupsi sendiri masuk ke dalam kategori apa sih? Agar lebih paham lagi mari kita bahas penjelasannya dibawah ini.

  • Hukum Berdasarkan Bentuknya

Terbagi menjadi dua yakni hukum tertulis dan tidak tertulis.

  1. Hukum tertulis ialah hukum yang dicantumkan atau ditulis dalam perundang-undangan seperti contoh: hukum pidana yang dituliskan dalam KUHP pidana dan hukum perdata yang dituliskan dalam KUHP perdata.
  2. Hukum tidak tertulis ialah hukum yang tidak tercantum dalam perundang-undangan atau hukum kebiasaan yang masih dijunjung tinggi dalam keyakinan masyarakat, namun tidak tercantumkan, akan tetapi masih berlaku serta masih ditaati seperti halnya peraturan perundangan. Seperti contoh: hukum kebiasaan / adat suatu daerah atau masyarakat tidak dicantumkan dalam perundang-undangan namun tetap dipatuhi oleh daerahnya.
  • Hukum berdasarkan bentuknya

Hukum terbagi menjadi lima macam yaitu hukum Undang-Undang, kebiasaan/adat, traktat, jurisprudensi, doktrin.

  1. Hukum undang-undang, ialah hukum yang tercantum didalam peraturan perundang-undangan.
  2. Hukum adat, ialah hukum yang berada dalam peraturan-peraturan adat.
  3. Hukum traktat, ialah hukum yang dibentuk karena adanya suatu perjanjian negara-negara yang terlibat didalamnya.
  4. Hukum jurisprudensi, ialah hukum yang terbentuk karena keputusan hakim.
  5. Hukum doktrin, yakni hukum yang terbentuk dari pendapat beberapa para ahli hukum yang tertermasyhur karena pengetahuannya.
  • Hukum Berdasarkan Waktu dan Tempat Berlakunya
  1. Berdasarkan waktu berlakunya, hukum terbagi menjadi tiga yaitu: Ius constitutum, Ius constituendum dan Hukum asasi. Ius constitutum merupakan hukum positif yang berlaku saat ini bagi suatu masyarakat dalam suatu daerah tertentu. Ius constituendum merupakan hukum yang berlaku untuk masa yang akan datang. Hukum asasi merupakan hukum alam yang berlaku dimanapun.
  2. Berdasarkan tempat berlakunya, hukum terbagi menjadi dua yaitu: hukum nasional, hukum internasional dan hukum asing. Hukum nasional ialah hukum yang berlaku di dalam suatu Negara. Hukum internasional ialah hukum yang mengatur hubungan dalam negara-negara di dunia atau hubungan antar negara di sunia. Sedangkan hukum asing ialah hukum yang berlaku di Negara asing.
  • Hukum Berdasarkan sifatnya

Hukum terbagi menjadi dua, yakni:

  1. Hukum yang memaksa, merupakan hukum yang memiliki paksaan secara mutlak dalam keadaan apapun.
  2. Hukum yang mengatur, merupakan hukum yang dapat disampingkan atau diabaikan jika pihak-pihak yang bersangkutan sudah membuat/memiliki peraturan sendiri.
  • Hukum Berdasarkan cara mempertahankannya
  1. Hukum material, merupakan hukum yang memuat seluruh peraturan yang mengatur tentang kepentingan & hubungan yang bersifat perintah & larangan.
  2. Hukum formal, merupakan hukum yang berisi peraturan tentang bagaimana cara melaksanakan hukum material tersebut.
  • Hukum Berdasarkan wujudnya

Hukum terbagi menjadi dua, yakni:

  1. Hukum obyektif, merupakan hukum dalam suatu Negara yang berlaku umum.
  2. Hukum subyektif, merupakan hukum yang muncul dari hukum obyektif & berlaku pada individu tertentu atau lebih. Hukum ini disebut juga dengan hak.
  • Hukum Berdasarkan isinya

Hukum terbagi dua yakni:

  1. Hukum privat, ialah hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lainnya dengan menitikberatkan pada kepentingan perseorangan. Hukum ini disebut juga hukum sipil. Contohnya adalah hukum dagang dan perdata.
  2. Hukum publik, ialah hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat kelengkapan Negara/mengatur hubungan antara Negara dengan warganegaranya. Disebut juga dengan hukum Negara. Dimana hukum ini dibedakan menjadi tiga yakni hukum pidana, tata Negara, dan administrasi Negara.

 FANZIS LAW OFFICE – PENGACARA JOGJA | JASA PENGACARA | ADVOKAT JOGJA Lawyer Terbaik Dengan Hasil Terbaik. Kami menyediakan layanan hukum baik Pidana, Perdata maupun Tata Usaha Negara meliputi semua tingkatan di seluruh Indonesia. Untuk berkonsultasi KLIK DISINI. Hubungi Kami di 085743530020 | Email : fanzislf@yahoo.com atau fanzislawoffice@gmail.com

 

Leave a Comment