a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Pengertian Hak Perlindungan Anak

FANZIS LAW OFFICE > advokat  > Pengertian Hak Perlindungan Anak

Pengertian Hak Perlindungan Anak

Setiap pernikahan, pasti akan dikaruniai seorang anak. Akan tetapi tidak semua anak mendapatkan hak-haknya. Diluar sana masih banyak anak yang terlantar dan tidak mendapatkan hak semestinya. Sebelum membahas terlalu jauh, sebenarnya apa itu perlindungan anak? Berikut adalah pengertiannya.

Pengertian Hak Perlindungan Anak

Makin mutahir sebuah negeri, mestinya makin gede perhatiannya dalam membuat keadaan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak dalam rangka Hak Perlindungan Anak Beserta Pasalnya. Perlindungan yang diberikan negeri kepada anak – anak meliputi beraneka hal kehidupan, adalah perihal ekonomi, sosial, budaya, politik, hankam ataupun hal hukum.

Menurut Barda Nawawi Arief, perlindungan hukum bagi anak bakal diartikan yang merupakan upaya perlindungan hukum kepada bermacam macam kebebasan & hak asasi anak (fundamental rights and freedoms of children) pula beraneka keperluan yang berhubungan dengan kesejahteraan anak. (Barda Nawawi Arief,1998 : 155).

Perlindungan hukum bagi anak memiliki spektrum yang pass luas. Dalam bermacam macam dokumen & jumpa internasional tampak bahwa perlunya perlindungan hukum bagi anak akan meliputi beraneka elemen, yakni : (a) perlindungan kepada hak-hak asasi & kebebasan anak; (b)perlindungan anak dalam proses dalam peradilan;(c) perlindungan kesejahteraan untuk anak (dalam lingkungan keluarga, pendidikan & lingkungan sosial); (d) perlindungan anak dalam masalah penahanan & perampasan kemerdekaan;(e) perlindungan anak dari segala wujud eksploitasi (perbudakan, perdagangan anak, pelacuran, pornografi, perdagangan atau penyalahgunaan dalam obat-obatan, memperalat anak dalam laksanakan kriminil dsb); (f) perlindungan pada anak-anak jalanan;(g) perlindungan anak dari akibat-akibat peperangan/konflik bersenjata; (h) perlindungan anak kepada aksi kekerasan. (Barda Nawawi Arief, 1998 : 156)

Kesejahteraan anak yakni orientasi mutlak dari perlindungan hukum. Dengan Cara umum, kesejahteraan anak tersebut yakni sebuah tata kehidupan & penghidupan anak yang bakal menjamin pertumbuhan & perkembangannya bersama wajar, baik dengan cara rohani, jasmani ataupun sosial.(Paulus Hadisuprapto, 1996 : 7)

Berdasarkan dalam prinsip non diskriminasi, kesejahteraan ialah hak tiap-tiap anak tidak dengan selain. Maksudnya ialah bahwa tiap-tiap anak baik itu anak dalam kondisi normal ataupun anak yang sedang bermasalah masihlah memperoleh prioritas yang sama dari pemerintah & warga dalam meraih kesejahteraan tersebut.

Keadaan anak dewasa ini yang amat mengkhawatirkan semestinya jadi perhatian penting pemerintah & warga. Realita menunjukkan bahwa kesejahteraan anak buat sekarang, kayaknya tetap jauh dari angan-angan. Seperti yang sudah kita ketahui dengan bahwa banyak anak yang jadi korban kriminil & dieksploitasi dari orang dewasa, & tak sedikit serta anak-anak yang jalankan tindakan menyimpang, yakni kenakalan sampai mengarah kepada wujud perbuatan kejahatan, seperti narkoba, minuman keras, perkelahian, pengrusakan, pencurian bahkan sanggup hingga terhadap laksanakan aksi pembunuhan.

Tabiat menyimpang yang dilakukan anak ini disebabkan oleh sekian banyak aspek internal ataupun eksternal dari si anak, di antaranya yaitu perkembangan fisik & jiwanya (emosinya) yang belum stabil, enteng tersinggung & peka pada kritikan, serta sebab disebabkan pengaruh lingkungan sosial di mana ketika anak itu berada.(Gatot Supramono, 2000 : 4).

Tabiat menyimpang anak-anak tersebut (atau yang dinamakan serta bersama deliquency) tak sanggup di lihat penting sama dengan tindakan menyimpang yang dilakukan orang dewasa. Walau kepada prinsipnya type perbuatannya sama, tetapi tingkat kematangan fisik & emosi anak masihlah rendah, & periode depan anak selayaknya bakal jadi pertimbangan dalam faktor memastikan perlakuan yang serasi kepada mereka.

Kepada anak yang lakukan aksi yang menyimpang, sikap yang ditunjukkan warga & pemerintah paling sering kurang arif. Anggapan atau stigma sebagai anak nakal atau penjahat lebih sering diberikan pada mereka, bahkan dalam proses peradilan, mereka kerapkali diperlakukan tak adil. Maka yang berlangsung yakni anak-anak tersangka kriminil tersebut jadi korban struktural dari para penegak hukum.

Sekian Banyak product perundang-undangan sebenarnya sudah dibuat guna menjamin terlaksananya perlindungan hukum bagi anak. contohnya, Undang-undang Nomer 23 Th 2002 menyangkut Perlindungan Anak, Undang-undang Nomer 4 Thn 1979 berkaitan Kesejahteraan anak & Undang-undang No. 3 Th 1997 mengenai Pengadilan anak.

Mengingat anak diliat sebagai subjek husus dalam hukum, sehingga peraturan perundang-undangan tersebut memuat beraneka ragam kekhususan mengenai anak, adalah kekhususan perlakuan hukum pada anak baik juga sebagai korban ataupun anak yang merupakan tersangka, baik dalam proses pengadilannya sampai terhadap penjatuhan sanksi yang dikenakan & Instansi pemasyarakatannya.

Kekhususan-kekhususan tertentu tentang trik memperlakukan anak-anak tersangka kriminal dalam bermacam undang-undang, kepada kenyataannya tak menjamin perbuatan para penegak hukum dalam memperlakukan anak tersangka kriminil dengan cara arif & bijaksana bersama memperhatikan keadaan internal anak-anak & pengaruh jangka panjang bagi periode depannya.

Dikatakan begitu, lantaran ada banyak penegak hukum yang kurang memperhatikan hak-hak anak tersangka tindak pidana. Mereka kerapkali memperlakukan mereka sama dengan tersangka yang telah dewasa, semisal mereka diletakkan di Dinas Pemasyarakatan yang sama bersama tersangka dewasa rata-rata tidak dengan perhitungkan ekses-ekses negatif yang timbul dari perbuatan tersebut.

Perlindungan anak yang merupakan tersangka tindak pidana sama pentingnya bersama perlindungan anak sebagai korban. Berangkat dari pemikiran tersebut, sehingga penulis dalam makalah ini menfokuskan terhadap kajian kepada perlindungan anak dipandang dari 2 (dua) sisi pandang ialah anak juga sebagai tersangka & anak sebagai korban ditinjau dari peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia & Beijing Rules. Bahasan perdana tentang kedudukan anak di mata hukum, setelah itu bahasan yang ke-2 yaitu tentang perlindungan yang diberikan hukum pada anak yang merupakan tersangka tindak pidana yang dikaitkan hukum pidana positif yang berlaku & Beijing Rules.

Terima kasih sudah mengunjungi website kami. Semoga bermanfaat dan sukses selalu 🙂

FANZIS LAW OFFICE – PENGACARA JOGJA | JASA PENGACARA | ADVOKAT JOGJA Lawyer Terbaik Dengan Hasil Terbaik. Kami menyediakan layanan hukum baik Pidana, Perdata maupun Tata Usaha Negara meliputi semua tingkatan di seluruh Indonesia. Untuk berkonsultasi KLIK DISINI. Hubungi Kami di 085743530020 | Email : fanzislf@yahoo.com atau fanzislawoffice@gmail.com

No Comments

Leave a Comment