a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Proses Perceraian

FANZIS LAW OFFICE > advokat  > Proses Perceraian

Proses Perceraian

Alasan perceraian di berbagai pihak sangatlah bermacam-macam. Dimulai dai kekerasan, atau alasan yang lain. Dari semua alasan dapat disampaikan di hadapan majelis hakim dalam sidang perceraian. Tahukah Anda, tidak semua alasan bisa diterima dalam sidah perceraian.

Bagi anda yang sedang menghadapi perkara perceraian, informasi berikut ini mungkin berguna bagi anda.

PROSES HUKUM

Mengajukan Gugatan / Permohonan.

Sesuai hukum acara yang berlaku, suatu gugatan atau permohonan cerai harus diajukan secara tertulis kepada pengadilan negeri maupun pengadilan agama, yang wilayah hukumnya melingkupi daerah tempat tinggal pihak yang digugat.

Penentuan Hari Sidang

Setelah berkas gugatan atau permohonan diterima oleh pengadilan, maka selanjutnya Ketua Pengadilan yang bersangkutan akan menunjuk majelis hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut, untuk kemudian menentukan hari persidangan.

Tahapan Persidangan

Saat Majelis Hakim menyatakan membuka persidangan, maka pada saat sidang pertama dimulai Majelis Hakim akan memberikan kesempatan kepada para pihak untuk terlebih dahulu melakukan upaya mediasi, sesuai Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2008. Apabila pada waktu yang telah diberikan untuk mediasi, para pihak tidak juga menemui kesepakatan damai, maka mediasi akan dinyatakan gagal sehingga dengan demikian perkara akan dilanjutkan pemeriksaannya. Agenda sidang berikutnya adalah penyampaian Jawaban oleh Tergugat atau Termohon, yang kemudian secara berturut-turut diikuti dengan Replik, Duplik, Pembuktian, dan Kesimpulan.

Putusan

Setelah melalui proses atau tahapan pemeriksaan pada persidangan, maka selanjutnya Majelis Hakim akan memberikan Putusan atas perkara tersebut, dengan memuat alasan-alasan dan dasar hukum yang dijadikan pertimbangan dalam memutus perkara.

STRATEGI MENGHADAPI GUGATAN

Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk menghadapi gugatan atau permohonan cerai. Salah satunya adalah dengan menyampaikan eksepsi atau keberatan. Dalam hukum acara perdata, suatu eksepsi atau keberatan mempunyai peranan yang cukup penting. Suatu gugatan dapat dinyatakan tidak dapat diterima, apabila eksepsi yang diajukan oleh pihak Tergugat atau Termohon, diterima oleh Majelis Hakim yang menyidangkan perkara.

Eksepsi mempunyai berbagai jenis, namun pada intinya adalah merupakan suatu cara untuk menunjukkan adanya cacat formil dari gugatan atau permohonan, agar dapat diketahui oleh Majelis Hakim. Selain eksepsi, cara lain yang dapat dipakai untuk menghadapi gugatan adalah dengan menyiapkan sebaik mungkin bukti-bukti dan saksi-saksi, guna mementahkan dalil atau alasan pihak penggugat atau pemohon.

*Artikel diatas merupakan pengetahuan hukum secara umum, dan tidak ditujukan sebagai suatu pendapat yang mengikat. Apabila anda mempunyai permasalahan hukum yang serupa, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu guna mendapat masukan yang lebih baik.

No Comments

Leave a Comment