a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Tips Lawyer Multi Skills

FANZIS LAW OFFICE > advokat  > Tips Lawyer Multi Skills

Tips Lawyer Multi Skills

TIPS LAWYER MULTI SKILLS

Tips Lawyer Multi Skills Pengacara, bisa disebut juga advokat atau lawyer. Sebagai profesi ini dibutuhkan keahlian dan pemahaman tentang hukum yang kuat. Dimana seorang pengacara harus membantu dalam proses perkara tentang hukum, maka dari itu harus mengerti dan paham segala tentang hukum, akan tetapi tidak soal hukum yang harus dikuasai loh. Ingin menjadi pengacara? Berikut tipd lawyer multi skills.

1.    Tidak Pilih-Pilih Saat Belajar

Mau menjadi apa ke depannya ditentukan saat awal mula lawyer berkarir. Bobby mengatakan, meski sejak awal ia ingin menjadi lawyer litigasi, namun ia bersyukur diberikan kesempatan untuk dapat mempelajari seluk-beluk hukum korporasi di kantor lamanya.

Litigation Partner pada kantor hukum Siregar Setiawan Manalu Partnership (SSMP) yang juga tercatat sebagai seorang kurator ini mengatakan, bahwa pekerjaan-pekerjaan di litigasi banyak yang berhubungan erat dengan kegiatan bisnis.

2.    Jangan Gampang Galau

Semua orang bisa jadi sarjana hukum, kata Aji, tetapi tidak semua bisa menjadi pengacara. Saat seseorang memilih menjadi pengacara, maka orang tersebut harus sudah siap dengan segala kemungkinan. Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Profesi Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) ini, seorang pengacara wajib tidak mudah galau.

“Semua itu pasti ada risiko. Di corporate misalnya ya, saat transaksi bisa gagal, atau transaksi yang dibuatnya menimbulkan sengketa di pengadilan. Kalau dia galau kan repot. Atau di litigasi saat dia mendampingi klien disidik lalu dibentak-bentak polisi, kalau dia gampang galau, wah susah deh tuh,” tutur Aji kepada hukumonline, Senin (1/2).

Terpisah, Andrey menambahkan, saat sudah memilih untuk menjadi pengacara, maka lawyer harus konsisten mendalami dunianya tersebut.

3.    Ikuti Pelatihan dan Seminar

Untuk meningkatkan kemampuan yang harus dilakukan salah satunya adalah menambah pengetahuan. Ketiga lawyer ini sepakat bahwa seluruh lawyer tak boleh puas dengan gelar sarjana hukum yang dimilikinya saja. Sering-sering mengikuti pelatihan dan seminar menjadi saran yang dianjurkan ketiga expert ini.

Aji menjelaskan, perlunya mengikuti berbagai pelatihan dan seminar ini untuk menambahkan folder di dalam ingatan lawyer. “Ini sering terjadi, lawyer saya bilang ‘ini ngga ada nih pak’. Saya cuma bilang ‘coba buka undang-undang x’. Nah di situ lah perlunya. Ibarat komputer, bikin aja dulu folder yang banyak, supaya pas mau nyari sesuatu udah ada,” pungkasnya.

4.    Tambahkan Ilmu Akuntansi

Sebagai tambahan, lawyer litigasi-korporasi perlu mengambil ilmu akuntansi. Hal itu yang selalu disarankan Aji kepada lawyer-lawyer muda. Bukan untuk menjadi ahli keuangan, tetapi untuk mempermudah saat klien menghadapkan lawyer pada neraca keuangan untuk keperluan menggugat pihak lawan misalnya. Saran serupa disampaikan Andrey.

“Kalau komersil itu saya merasa memang akan merasa lebih lengkap lagi kalau ada tambahan pengetahuan selain hukum ya. Akan lebih mudah bagi saya menganalisa suatu kasus saat saya memahami corporate law, saya juga memiliki pemahaman tentang ekonomi,” ucap Andrey.

Untuk diketahui, Andrey merupakan pendiri dari Andrey Sitanggang Law Office ini juga merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

5.    Bagi Fokus di Waktu-Waktu yang Berbeda

Saat menyelami pilihan, memang tak mudah bagi lawyer untuk dapat menjadi ‘hebat’ di semua bidang dalam seketika. “Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menguasai kedua bidang ini,” ujar Andrey. Atas dasar itu, lawyer yang sudah berpraktik selama lebih dari 25 tahun ini menyicil satu-persatu sertifikasi terkait.

Begitu pula saat menangani perkara di kantor. Untungnya tak semua pekerjaan itu datang bersamaan. “Ya tapi pikiran kita sebenarnya kan seperti channel televisi, saat menayangkan mellow drama ya bisa terbawa, saat action bisa terbawa. Ini juga begitu, saat membahas korporasi ya otak saya juga ke korporasi,” ungkap peraih gelar doktor dari FH UNPAD ini.

6.    Pekerjaan Bentrok, Utamakan Deadline

Nah, kalau sudah bertemu pekerjaan litigasi dan korporasi di satu waktu yang sama, Bobby menyarankan untuk mengerjakan pekerjaan yang sudah dekat waktu jatuh temponya. Apalagi, sambungnya, pekerjaan korporasi biasanya sudah jelas waktunya. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengatur waktu menyelesaikan pekerjaan.

FANZIS LAW OFFICE – PENGACARA JOGJA | JASA PENGACARA | ADVOKAT JOGJA Lawyer Terbaik Dengan Hasil Terbaik. Kami menyediakan layanan hukum baik Pidana, Perdata maupun Tata Usaha Negara meliputi semua tingkatan di seluruh Indonesia. Untuk berkonsultasi KLIK DISINI. Hubungi Kami di 085743530020 | Email : fanzislf@yahoo.com atau fanzislawoffice@gmail.com

No Comments

Leave a Comment