a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

hukum indonesia

FANZIS LAW OFFICE > hukum indonesia (Page 5)

Deretan Pengacara Paling Mahal di Indonesia

Deretan Pengacara Paling Mahal di Indonesia Bagi Anda yang tertarik di dunia hukum, bahkan bagi yang ingin menjadi seorang pengacara pasti mempunyai pengacara idola bukan? Siapa pengacara idola Anda? Nah, tahukah Anda siapa saja pengacara handal dan bahkan merupakan pengacara mahal di Indonesia? Yuk intip ulasan singkat kami. Reputasi yang baik dari suatu firma hukum di bangun dengan usaha keras oleh pendiri atau beberapa pendiri dan partners/associates di firma hukum itu. Mereka biasanya praktek beracara di pengadilan namun semakin banyak diantara mereka jadi praktik diluar jalur pengadilan. Seperti mediasi, konsultan hukum, analisa pasar modal sampai layanan arbitrase internasional. Untuk permasalahan upah serta kesejahteraan,...

Continue reading

Begini Syarat Menjadi Advokat di Indonesia

Begini Syarat Menjadi Advokat di Indonesia Tahukah Anda apa saja syarat menjadi pengacara di Indonesia? Pasti pertanyaan ini menjadi pertanyaan bagi Anda yang tertarik di dunia hukum. Apa saja tugas dari seorang advokat? Agar lebih jelas mari kita bahas bersama :) Menurut ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU No 18 Tahun 2003 yang dapat diangkat sebagai Advokat adalah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum dan setelah mengikuti pendidikan khusus profesi Advokat yang dilaksanakan oleh Organisasi Advokat. Jadi seseorang yang akan diangkat menjadi advokat adalah setelah mereka mengikuti pendidikan advokat dan memenuhi persyaratan lainnya sebagaimana ditentukan UU No 18 Tahun 2003 sebagai...

Continue reading

Ketentuan Menjadi Seorang Pengacara

Ketentuan Menjadi Seorang Pengacara Pasti diantara kalian mempunyai mimpi menjadi seorang pengacara atau advokat bukan? Nah pada kesempatan kali ini mari kita bahas bagaimana ketentuan dan apa saja yang harus dilakukan jika ingin menjadi pengacara. Selamat membaca dan semoga bermanfaat :) I.             PKPA PKPA dilaksanakan oleh organisasi advokat. Yang dapat mengikuti PKPA adalah sarjana yang berlatar belakang/lulusan (lihat penjelasan Pasal 2 ayat [1] UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat): 1.      Fakultas Hukum; 2.      Fakultas Syariah; 3.      Perguruan Tinggi Hukum Militer; atau 4.      Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Persyaratan calon peserta PKPA (lihat Pasal 10 dan Pasal 11 Peraturan Peradi No. 3 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Advokat): a.      Menyerahkan...

Continue reading

Hak Tersangka Dalam Pemeriksaan

Hak Tersangka Dalam Pemeriksaan

KUHAP telah menempatkan tersangka sebagai manusia yang utuh, yang memiliki harkat, martabat dan harga diri serta hak asasi yang tidak dapat dirampas darinya. Tersangka telah diberikan seperangkat hak-hak oleh KUHAP yang meliputi: [caption id="attachment_3240" align="aligncenter" width="297"] Hak Tersangka Dalam Pemeriksaan[/caption] Hak untuk segera mendapat pemeriksaan. Tersangka berhak segera mendapatkan pemeriksaan oleh penyidik yang selanjutnya dapat diajukan kepada penuntut umum, dan tersangka berhak perkaranya segera dimajukan oleh pengadilan ke penuntut umum (Pasal 50 ayat 1 dan ayat 2). Tersangka berhak untuk diberitahukan dengan jelas dalam bahasa yang dimengerti olehnya tentang apa yang disangkakan kepadanya pada waktu pemeriksaan dimulai (Pasal 51) Hak untuk...

Continue reading

Perbedaan Terlapor, Tersangka, Terdakwa dan Terpidana

Perbedaan Terlapor, Tersangka, Terdakwa dan Terpidana

Menurut UU No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), ada beberapa tahapan yang harus dilalui secara sistematis dalam peradilan pidana. Tahapan tersebut melahirkan terminologi berbeda untuk menyebut pihak yang menjadi subjek. Mulai dari istilah terlapor, tersangka, terdakwa, hingga terpidana. Lantas, apa saja perbedaan dari masing-masing istilah itu? Simak penjelasan berikut. Terlapor Di dalam KUHAP, tidak ditemukan istilah terlapor. KUHAP hanya menjelaskan definisi laporan dalam Pasal 1 angka 24, sebagai “pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang  karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana”. Menurut Pasal 1 angka 5...

Continue reading

Warna Dalam Persidangan

Warna Dalam Persidangan

Dalam persidangan terdapat warna-warna yang identik, apa saja? Hijau, hitam, dan masih banyak lagi. Nah bagiamana filosofi tentang warna-warna pengadilan ini? meja pengadilandisebut meja hijau. dipilih warna hijau karena hijau itu adalah simbol pertandingan. seperti pemain bola yang bertanding di lapangan hijau. maka meja hijau merupakan tempat bertanding antara jaksa penuntut umum (JPU) dengan penasehat hukum (PH) dalam beradu fakta, teori dan argumen. pakaian jaksa penuntut umum (JPU) dan penasehat hukum (PH) berwarna hitam melambangkan bahwa ketika memasuki ruang sidang, kedua belah pihak masih "gelap"dalam melihat perkara. belum tau dimana letak kebenaran. karena itu JPU dan PH menggunakan dasi berwarna putih. warna putih...

Continue reading

Alur Tindak Pidana Kasus Korupsi

Alur Tindak Pidana Kasus Korupsi

Seperti yang kita ketahui, kini kasus korupsi sudah marak dimana-mana. Lantas, bagaimana dengan alur pidana dengan kasus korupsi? Berikut adalah penjelasannya : Pertama, menyiapkan perencanaan dan kebijakan. Pada tahap ini, dilakukan dengan cara metode riset sebagai bahan perencanaan dan penentuan kebijakan. Kemdian dibentuk unit asset recovery di setiap institusi penegak hukum, penguatan kapasitan institusional, penyiapan sumber daya, penentuan targer dan giat intelijen, pelatihan dan pengembangan kemampuan serta perbantuan teknis. Tahap kedua adalah investigasi. Dalam tahap ini, proses yang perlu dilalui berupa rencana penyelidikan, penelusuran aset, mengorek sumber-sumber informasi, penentuan saksi dan tersangka, forensik digital, profil subyek, analisis dokumen, profil finansial, utang piutang,...

Continue reading

Cara Memberantas korupsi

Di artikel sebelumnya sudah kita bahas tentang penyebab korupsi, nah, sudah paham bukan tentang apa saja penyebab korupsi? Kali ini mari kita bahas tentang cara memberantas korupsi. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk memberantas korupsi : Membangun Supremasi Hukum dengan Kuat – Hukum adalah pilar keadilan. Ketika hukum tak sanggup lagi menegakkan sendi-sendi keadilan, maka runtuhlah kepercayaan publik pada institusi ini. Ketidak jelasan kinerja para pelaku hukum akan memberi ruang pada tipikor untuk berkembang dengan leluasa. Untuk itu sangat oerlu dilakukan membangun supremasi hukum yang kuat. Tidak ada manusia yang kebal hukum, serta penegak hukum tidak tebang pilih dalam mengadili. Menciptakan...

Continue reading

Penyebab Korupsi

Menurut Ermansjah Djaja dalam buku Memberantas korupsi Bersama KPK menyebutkan terdapat berbagai faktor seseorang melakukan korupsi. Berikut adalah beberapa penyebab korupsi dan cara mengatasinya : Sistem Penyelenggaraan Negara yang Keliru – Sebagai negara yang berkembang seharusnya pemerintah memperioritaskan pembangunan di bidang pendidikan. Tetapi selama puluhan tahun mulai dari Orde Lama,Orde Baru sampai dengan era Reformasi, pembangunan difokuskan di bidang ekonomi. Padahal setiap negara berkembang memiliki keterbatasan jumlah SDM, uang, manajemen dan tekhnologi. konsekuensinya, semua diimpor dari luar negeri. Kompensasi PNS yang Rendah – Karena gaji yang rendah, banyak anggota PNS yang melakukan tindakan korupsi. Rendahnya gaji tindak diimbangi dengan pola hidup yang...

Continue reading

Berlatih Mejadi Pengacara Handal

Untuk Menjadi pengacara handal tentunya harus berlatih dan terus belajar bagaimana cara menjadi pengacara yang handal. Bagi Anda yang masih kebingungan, mungkin artikel kali ini bisa dijadikan referensi bagaimana apa saja yang harus diperlajari. Selamat membaca :) Latihlah pemikiran kritis. Untuk menjadi pengacara yang sukses, Anda harus bisa memandang masalah hukum dari segala sisi demi mendapatkan solusi terbaik. Analisis yang tepat bukan hanya akan membantu Anda mengidentifikasi masalah hukum, tetapi juga membantu Anda mengembangkan argumen hukum yang kuat guna mendukung posisi klien Anda. Pastikan Anda punya pemahaman yang jelas atas semua fakta terkait sebelum membuat kesimpulan. Jangan selalu bergantung pada klien...

Continue reading