a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Charging Fees Tag

FANZIS LAW OFFICE > Posts tagged "Charging Fees" (Page 6)

Mantan Sekretaris DPRD Gunungkidul Terlibat Kasus Korupsi Tunjangan Dewan

Kejaksaan Negeri Gunungkidul mengeksekusi Aris Purnomo, mantan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul, sebagai terpidana kasus korupsi tunjangan dewan pada periode anggaran 2003-2004 lalu. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Sihid Isnugraha, mengatakan, pihaknya melakukan eksekusi terhadap Aris Purnomo dilakukan pada Senin (5/2/2018) kemarin. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung, dirinya ditetapkan bersalah dan menjadi terpidana dalam tindak pidana korupsi tunjangan dewan tahun 2003-2004 lalu. "Kami sudah lakukan eksekusi kepada yang bersangkutan. Yang bersangkutan akan menjalani hukuman selama setahun," ujar Selasa (6/2/2018). Sihid mengatakan, dari putusan MA, terpidana menerima hukuman penjara selama setahun. Saat ini terpidana telah dikirim ke Lapas Wirogunan untuk menjalani hukuman. "Kami...

Continue reading

Menghadapi Proses Perceraian

Banyak alasan perceraian yang diungkapkan oleh masing-masing pihak, entah itu karena alasan adanya kekerasan, salah satu pihak tidak dapat memberikan kebutuhan pasangannya, ataupun salah satu pihak telah melakukan Kekerasan. Kesemua alasan itu seringkali disampaikan di hadapan Majelis Hakim dalam persidangan perkara perceraian. Namun sayangnya, tidak semua orang mengetahui bagaimana caranya berperkara di pengadilan. Bagi anda yang sedang menghadapi perkara perceraian, informasi berikut ini mungkin berguna bagi anda. PROSES HUKUM Mengajukan Gugatan / Permohonan. Sesuai hukum acara yang berlaku, suatu gugatan atau permohonan cerai harus diajukan secara tertulis kepada pengadilan negeri maupun pengadilan agama, yang wilayah hukumnya melingkupi daerah tempat tinggal pihak yang digugat. Penentuan...

Continue reading

Perbedaan Terlapor, Tersangka, Terdakwa dan Terpidana

Menurut UU No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), ada beberapa tahapan yang harus dilalui secara sistematis dalam peradilan pidana. Tahapan tersebut melahirkan terminologi berbeda untuk menyebut pihak yang menjadi subjek. Mulai dari istilah terlapor, tersangka, terdakwa, hingga terpidana. Lantas, apa saja perbedaan dari masing-masing istilah itu? Simak penjelasan berikut. Terlapor Di dalam KUHAP, tidak ditemukan istilah terlapor. KUHAP hanya menjelaskan definisi laporan dalam Pasal 1 angka 24, sebagai “pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang  karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana”. Menurut Pasal 1 angka 5...

Continue reading

Polda DIY Usut Kasus Klitih di Sleman

YOGYA - Terkait kasus pembacokan seorang pengendara motor di daerah Mlati, Sleman tadi malam, Kamis (1/2/2018), ternyata telah sampai ke Tim Resmob Progo Sakti Polda DIY. Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hadi Utomo saat dikonfirmasi Tribunjogja.com malam ini, Jumat (2/2/2018) menyatakan telah mengetahui hal tersebut. Menurutnya, pihaknya memang memiliki lingkup wilayah hukum meliputi seluruh DIY. Pihaknya juga pasti akan membantu Polsek dan Polres dalam pengungkapan kejadian di wilayah hukumnya. "Kita menerima laporan mengenai kejadian kemarin, kita pasti backup proses lidiknya. Sementara untuk pelaku juga sedang kita lidik," katanya saat dihubungi malam ini. Ditambahkannya, bahwa mengenai adanya kejahatan jalanan pasti akan direspon oleh...

Continue reading

Aksi Klitih Masih Terus Meresahkan Warga di Yogyakarta

YOGYA - Masih maraknya aksi klitih di wilayah Yogyakarta, membuat sebagian masyarakat merasa was-was saat hendak pulang malam. Mereka pun berharap, aparat kepolisian bisa membersihkan kota pelajar dari tindak kriminal semacam itu. Seorang warga yang merasakan ketidaknyamanan itu adalah I Ketut Mustika (25). Pegawai swasta asal Bali tersebut, memang seringkali diharuskan pulang malam, karena tuntutan pekerjaan. Namun, sejak aksi klitih kembali marak, ia mengaku khawatir. "Ya, ada kekhawatiran. Pelaku klitih itu kan kadang asal pilih korbannya. Tidak pandang bulu. Itu yang saya khawatirkan. Tapi, mau bagaimana lagi, saya hampir setiap hari harus pulang malam," katanya, Jumat (2/2/2018). Ketut pun berharap, pihak kepolisian bisa mengantisipasi agar kejadian klitih itu tak...

Continue reading

RSUP Dr Sardjito Mengajak Masyarakat Hidup Sehat Melalui Fun Run

Dalam rangka memperingati HUT ke-36, RSUP Dr Sardjito menyelenggarakan berbagai rangkaian acara, satu diantaranya yaitu 1st Sardjito 5K Fun Run 2018, Minggu (4/2/2018). Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Dr dr Darwito SH Sp B(K)Onk menuturkan, RSUP Dr Sardjito pada prinsipnya merupakan rumah sakit masyarakat dan pemerintah, sehingga program-programnya yang menyentuh masyarakat. "Salah satunya kita menyelenggarakan FUN RUN, itu adalah gerakan masyarakat sehat. Intinya masyarakat untuk mencegah penyakit," tuturnya ketika menggelar pres release di Ruang Bulat RSUP Dr Sardjito, Kamis (31/1/2018) Kegiatan FUN RUN ini akan berlangsung besok Minggu dan diikuti oleh sebanyak 1250 peserta. "Kenapa nggak sepeda? Kalau sepeda yang ikut hanya yang punya sepeda saja. Jadi...

Continue reading

KPU Lakukan Pengundian Tim setelah Verifikasi Faktual

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai melakukan verifikasi faktual untuk 12 partai politik. Adapun Minggu 28 Januari akan dimulai. "Jadi minggu  kami akan memulainya. Kami sudah menyusun jadwalnya. Tanggal 28 akan ada 5 parpol," ucap Ketua KPU Arief Budiman di kantornya Jakarta, Sabtu, 27 Januari 2018. Dia menuturkan, awalnya sudah menyusun agar 6 parpol di hari minggu. Dan sisanya di hari berikutnya. Akan tetapi banyak parpol meminta menyesuaikan jadwal. "Sebelumnya kami susun 6 di hari minggu dan 6 hari senin, ternyata beberapa parpol mengusulkan penyesuaian jadwal. Sehingga sampai siang ini kami akan informasikan jadwal verifikasi faktual yang kami mulai besok," jelas Arief. Adapun, masih kata...

Continue reading

Perempuan Muda Ditemukan di Bawah Jembatan Kretek

Septiana (20) perempatan yang ditemukan di sungai Opak, dibawah jembatan Kretek ternyata seorang mahasiswi. Korban diketahui merupakan mahasiswi semester lima salah satu perguruan negeri di kota Surakarta. "Septiana itu mahasiswi semester lima, mau semester enam," ujar Winda, teman korban, ketika tengah menunggui korban di Puskesmas Kretek, Senin (29/01/2018) Winda dengan Septiana mengaku teman satu angkatan ketika masih sekolah di SMK di Kampungnya di Klaten. Bahkan, dijelaskan Winda, sebelum musibah itu terjadi, dirinya bersama korban sempat bertemu di rumahnya di Yogyakarta. "Kebetulan saya kuliah di Yogya, Septiana di Surakarta, Minggu sore kita sempat ketemu," terangnya. Winda sendiri mengaku, mengetahui tragedi yang menimpa Septiana, selaku teman karibnya itu...

Continue reading

Mendalami Pengakuan dari Mirwan Amir, KPK Didesak Panggil SBY

Koordinator Tim Pembela Demokrasi (TPDI), Petrus Selestinus menilai pengakuan mantan Politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor terkait keterlibatan mantan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam korupsi E-KTP adalah pernyataan yang sangat penting. Terutama dalam membantu KPK mengungkap tuntas siapapun yang diduga terlibat dalam proyek nasional pengadaan e-KTP tersebut. Petrus, beranggapan kesaksian Mirwan Amir itu adalah pernyataan yang diberikan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor sebagai Keterangan Saksi yang diberikan di bawah sumpah dalam kapasitas dirinya sebagai Saksi untuk terdakwa Setya Novanto. "Sebagai keterangan seorang saksi yang diberikan di bawah sumpah, maka keterangan Saksi Mirwan Amir, mempunyai...

Continue reading

Anggota DPD RI Muhammad Afnan Hadikusumo Tegaskan Menolak LGBT

TRIBUNJOGJA, YOGYA - Muhammad Afnan Hadikusumo, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengatakan lembaganya tegas menolak Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Menurutnya, persoalan polemik LGBT harus dikembalikan dengan aturan agama. "Kalau aturan agama bertentangan, saya kira harus ditentang," kata Muhammad Afnan saat di pengajian akbar SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman, Minggu (28/1/2018). Menurutnya, yang perlu diperangi adalah perilakunya, sedangkan untuk orangnya harus tetap dihormati. "Kalau soal orangnya kita hormati, tetapi perilakunya yang kita perangi. Hal ini seperti dicontohkan oleh Rasulullah SAW," kata Afnan. Kemudian, ditambahkannya, DPD RI saat ini sedang menggodok Rancangan Undang-undang (RUU) tentang kekerasan seksual. "Kita sedang menyusun RUU tentang Kekerasan Seksual, salah satu pasalnya yaitu berkaitan tentang perilaku LGBT," terangnya. Menurutnya,...

Continue reading