a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Perbedaan Hukum Nasional Dan Hukum Kolonial

FANZIS LAW OFFICE > artikel kami  > Perbedaan Hukum Nasional Dan Hukum Kolonial

Perbedaan Hukum Nasional Dan Hukum Kolonial

Perbedaan Hukum Nasional Dan Hukum Kolonial

Perbedaan Hukum Nasional Dan Hukum Kolonial – Hukum adalah peraturan yang berlaku dalam suatu wilayah untuk mengatur perilaku manusia, menjaga ketertiban, memberikan keadilan dan mencegah kekacauan. Dalam suatu negara biasanya berlaku hukum nasional yang mengatur setiap masalah perbedaan hukum traktrat dan hukum internasional warga di wilayahnya. Di Indonesia sendiri hukum nasionalnya terdiri atas:

  • Hukum Agama: Karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam maka syariat Islam lebih mendominasi.
  • Hukum Adat: Karena Indonesia sangat kaya dengan adat lokal maka kearifan lokal ini dijadikan dasar hukum nasional.
  • Hukum Kolonial: karena Indonesia pernah menjadi jajahan Belanda maka banyak hukum perdata dan hukum pidana yang diambil dari hukum kolonial ini.

Melihat dari uraian diatas, lantas apa perbedaan hukum nasional dan hukum kolonial? Mari kita bahas satu persatu.

1. Wilayah Hukum

Hukum nasional berlaku untuk seluruh warga negara yang tinggal di wilayahnya. Sedangkan hukum kolonial adalah hukum negara penjajah yang berlaku di negara jajahannya, contohnya hukum Belanda yang berlaku di Indonesia, hukum Inggris yang berlaku di India dan sebagainya.

2. Subyek Hukum

Seluruh warga negara dalam wilayah negara tersebut adalah subyek hukum nasional, sedangkan subyek hukum kolonial adalah warga negara penjajah beserta syarat menjadi warga negara Indonesia yang terjajah.

3. Sumber Hukum

Sumber hukum dari hukum nasioanal adalah contoh hukum adat dan hukum agama yang berlaku di negara tersebut, sedangkan sumber hukum kolonial adalah dari negara penjajah tersebut berasal.

4. Fleksibilitas Hukum

Karena hukum nasional berdasarkan hukum adat dan hukum agama setempat maka fleksibilitasnya lebih tinggi, sedangkan hukum kolonial berasal dari negara yang adat, budaya dan agamanya berbeda maka pada prakteknya sering ada celah. Demikian perbedaan hukum nasional dan hukum kolonial. Di Indonesia sendiri sampai saat ini masih ada beberapa hukum kolonial yang masih berlaku, yaitu:

  • Kitab Undang Undang Hukum Dagang Nomor 23 tahun 1847
  • Undang Undang Perbendaharaan Indonesia Nomor 448 tahun 1925
  • Peraturan Perkawinan Campuran Nomor 158 tahun 1858
  • Perkumpulan Perkumpulan Berbadan Hukum Nomor 64 tahun 1867
  • Reglement Pencatatan Sipil Bagi Bangsa Indonesia Kristen Jawa, Madura, Minahasa Nomor 75 tahun 1933.
  • Reglemen Penjara Nomor 708 tahun 1917.
  • Ordonansi Pelaksanaan Hukuman Bersyarat Noor 487 tahun 1926
  • Undang Undang Gangguan Noor 226 tahun 1926.

Hukum kolonial sebagai peninggalan Belanda tentu sudah banyak yang diubah sesuai dengan kondisi kebutuhan hukum di Indonesia. Namun saat ini masih hukum kolonial yang secara materi masih sesuai dengan perkembangan hukum di Indonesia masih dipakai.

FANZIS LAW OFFICE – PENGACARA JOGJA | JASA PENGACARA | ADVOKAT JOGJA Lawyer Terbaik Dengan Hasil Terbaik. Kami menyediakan layanan hukum baik Pidana, Perdata maupun Tata Usaha Negara meliputi semua tingkatan di seluruh Indonesia. Untuk berkonsultasi KLIK DISINI. Hubungi Kami di 085743530020 | Email : fanzislf@yahoo.com atau fanzislawoffice@gmail.com

No Comments

Leave a Comment