a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Cara Melatih Anak Menghargai Perbedaan

FANZIS LAW OFFICE > advokat  > Cara Melatih Anak Menghargai Perbedaan

Cara Melatih Anak Menghargai Perbedaan

CARA MELATIH ANAK MENGHARGAI PERBEDAAN

Pengacara – Seperti yang sudah kita bahas pada artikel sebelumnya bahwa Indonesia kita ini memiliki beragam perbedaan. Meski berbeda kita tetap satu bukan? Nah menyikapi hal ini, bagaimana cara Anda memberi penjelasan kepada anak Anda? Berikut ini adalah beberapa cara melatih anak menghargai perbedaan yang perlu Anda terapkan dalam memberi pengertian kepada buah hati kita.

Cara Memberi Penjelasan Kepada Anak Tentang Perbedaan

1. Jadi Contoh untuk Anak

6 Cara Latih Anak Menghargai Perbedaan dan Berpikiran Terbuka

Perubahan dimulai dari kita sebagai orang tua karena anak-anak mengamati apa yang dilakukan orang dewasa dan akan menirunya. Nah, ketika orang tua menunjukkan rasa hormat pada orang lain, anak-anak juga akan mengikutinya. Penting untuk orang tua menyediakn waktu ngobrol dengan anak membicarakan tentang tentang nilai-nilai yang dianut di keluarga seperti rasa hormat, toleransi pada orang lain, sopan santun, menolong, berbuat baik, dan menceritakan kebenaran.

2. Biarkan Anak Bertanya dan Jawab dengan Jujur

6 Cara Latih Anak Menghargai Perbedaan dan Berpikiran Terbuka

Anak-anak penuh dengan rasa ingin tahu. Ketika si kecil mengajukan pertanyaan sensitif tentang perbedaan yang dia amati antara dirinya dan orang lain, beri jawaban jujur. Kemudian, jelaskan bahwa tiap orang berbeda dan inilah yang membuat hidup lebih menarik. Jangan malu atau takut terhadap pertanyaan anak ya, Bun, karena penting bagi si kecil untuk bisa belajat menerima perbedaan.

3. Jangan Bosan Beri Pengertian ke Anak

6 Cara Latih Anak Menghargai Perbedaan dan Berpikiran Terbuka

Orang tua mungkin sudah memberi pengertian yang sesuai nilai di keluarga pada anak. Namun, anak bisa mendapat masukan yang nggak sesuai ketika mereka berinteraksi dengan lingkungan luar. Apa yang bisa dilakukan? Jangan bosan beri anak penjelasan dan ajak mereka diskusi.

Untuk anak di bawah 12 tahun yang masih berpikir konkret operasional, beri pengertian bahwa dunia jauh lebih rumit dari yang diperlihatkan di film-film. Jangan segan juga, Bun, memberi berbagai fakta yang sesuai usia anak untuk membantu mereka membuat penilaian sendiri.

4. Kenalkan Berbagai Budaya pada Anak

6 Cara Latih Anak Menghargai Perbedaan dan Berpikiran Terbuka

Banyak hal yang bisa kita ajari ke anak tentang perbedaan. Dari mulai menyaksikan dokumenter dari berbagai negara, berkunjung ke museum, pameran atau acara budaya yang diselenggarakan organisasi asing. Bisa juga coba berbagai menu khas daerah.

Dengan mengajari anak beragam kebudayaan daerah atau bahkan negara lain bisa membantu mereka menerima perbedaan. Jangan lupa, saat mengeksplorasi kekayaan budaya tersebut psikolog anak Feka Angge Pramita berpesan orang tua jelaskan ke anak bahwa kita hidup di tengah masyarakat yang heterogen. Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, dan sebagainya.
5. Biarkan Anak Punya Teman dari Berbagai Latar Belakang

6 Cara Latih Anak Menghargai Perbedaan dan Berpikiran Terbuka

Anak kita harus sadar bahwa tidak ada ‘norma’ tentang bagaimana melihat seseorang. Dorong mereka untuk memiliki teman dengan latar belakang dan etnis berbeda. Bermain dan berkomunikasi dengan anak-anak lain akan membantunya menyadari bahwa mereka adalah anak-anak yang sama, terlepas dari warna kulit, agama, atau latar belakang budaya mereka.

“Anak-anak harus dikenalkan dengan perbedaan itu dan menanamkan sikap saling menghormati, menghargai, dan mencintai perbedaan yang ada. Jadi jangan langsung melarang anak untuk berteman dengan anak yang berbeda suku, agama, dan ras,” kata Feka.

6. Ajari Anak Sopan Santun dan Cara Mendengarkan yang Baik

6 Cara Latih Anak Menghargai Perbedaan dan Berpikiran Terbuka

Anak-anak seringkali tidak menyadari apa yang diharapkan dari mereka saat berinteraksi dengan orang lain. Untuk itu orang tua perlu mengajari beberapa hal seperti membiasakan bilang ‘tolong’ dan ‘terima kasih’, menunggu orang lain menyelesaikan kalimat mereka sebelum berbicara, tidak asal mengkritik orang lain dan tidak memaksakan pandangan atau pendapat.

FANZIS LAW OFFICE – PENGACARA JOGJA | JASA PENGACARA | ADVOKAT JOGJA Lawyer Terbaik Dengan Hasil Terbaik. Kami menyediakan layanan hukum baik Pidana, Perdata maupun Tata Usaha Negara meliputi semua tingkatan di seluruh Indonesia. Untuk berkonsultasi KLIK DISINI. Hubungi Kami di 085743530020 | Email : fanzislf@yahoo.com atau fanzislawoffice@gmail.com

No Comments

Leave a Comment