a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Sifat Hukum Adat Di Indonesia

FANZIS LAW OFFICE > artikel kami  > Sifat Hukum Adat Di Indonesia

Sifat Hukum Adat Di Indonesia

Sifat Hukum Adat Di Indonesia

Sifat Hukum Adat Di Indonesia – Hukum adat adalah hukum yang ada pada suatu daerah. Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali suku, bangsa, budaya, dan agama. Sehingga masing – masing daerah mempunyai peraturan hukum yang wajib ditaati. Maka dari itu, setiap orang wajib menghargai dan menghormati perbedaan yang ada di Indonesia ini. Sebelum mengenal hukum adat lebih jauh, kenali terlebih dahulu sifat hukum adat di Indonesia.

4 Sifat Hukum Adat Di Indonesia

  • Sifat Religio-magis, yaitu pembulatan atau perpaduan kata yang mengandung unsur animisme, pantangan, ilmu gaib, dan lain-lain.
  • Sifat Commuun, yaitu mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan sendiri.
  • Sifat Contant, mempunyai arti logis terhadap satu sama lain.
  • Sifat Konkrit (visual), pada umumnya ketika masyarakat melakukan perbuatan hukum itu selalu ada bukti nyata. Misalnya transaksi perjanjian jual beli, yang dilampiri dengan sebuah perjanjian.

Menurut Hilman Hadikusuma corak hukum adat, adalah sebagai berikut:

  1. Tradisional; artinya bersifat turun menurun, berlaku dan dipertahankan oleh masyarakat bersangkutan.
  2. Keagamaan (Magis-religeius); artinya perilaku hukum atau kaedah-kaedah hukumnya berkaitan dengan kepercayaan terhadap yanag gaib dan atau berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
  3. Kebersamaan (Komunal), artinya ia lebih mengutamakan kepentingan bersama, sehingga kepentingan pribadi diliputi kepentingan bersama. Ujudnya rumah gadang, tanah pusaka (Minangkabau) . Dudu sanak dudu kadang yang yen mati melu kelangan (Jawa).
  4. Kongkrit/ Visual;artinya jelas, nyata berujud. Visual artinya dapat terlihat, tanpak, terbuka, terang dan tunai. Ijab – kabul, , jual beli serah terima bersamaan (samenval van momentum)
  5. Terbuka dan Sederhana;
  6. Dapat berubah dan Menyesuaikan;
  7. Tidak dikodifikasi;
  8. Musyawarah dan Mufakat;
Sifat dan corak hukum adat tersebut timbul dan menyatu dalam kehidupan masyarakatnya, karena hukum hanya akan efektif dengan kultur dan corak masyarakatnya. Oleh karena itu pola pikir dan paradigma berfikir adat sering masih mengakar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

FANZIS LAW OFFICE – PENGACARA JOGJA | JASA PENGACARA | ADVOKAT JOGJA Lawyer Terbaik Dengan Hasil Terbaik. Kami menyediakan layanan hukum baik Pidana, Perdata maupun Tata Usaha Negara meliputi semua tingkatan di seluruh Indonesia. Untuk berkonsultasi KLIK DISINI. Hubungi Kami di 085743530020 | Email : fanzislf@yahoo.com atau fanzislawoffice@gmail.com

 

No Comments

Leave a Comment