a

Facebook

Twitter

Copyright © 2017 FANZIS Law Office.
Website by: AHLI WEBSITE
All Rights Reserved.

8:00 - 16:00

Jam Kerja Kami: Senin - Jumat

085743530020

Hubungi Kami Untuk Berkonsultasi

Facebook

Twitter

Search
Menu
 

Resiko Perceraian

FANZIS LAW OFFICE > advokat  > Resiko Perceraian

Resiko Perceraian

kantor pengacara

kantor pengacaraRESIKO PERCERAIAN

Kantor Pengacara – Suami dan istri yang sedang berencana akan melalukan perceraian. Alangkah lebih baik jika jalan perceraian dipikirkan matang-matamg terlebih dahulu. Mengapa? Mungkin akan terjadi beberapa resiko setelah perceraian tersebut. Salah satunya mungkin anak bukan? Nah berikut ini adalah beberala resiko perceraian, yang mungkin bisa menjadi pertimbangan Anda.

Masalah Setelah Perceraian

Untuk wanita yang belum punya anak misalnya, mungkin perlu persiapan mental terkait perubahan status dari istri menjadi janda. Bagi wanita, kata psikolog yang akrab disapa Nina ini, perubahan status bisa menimbulkan depresi. Hanya saja, masing-masing wanita memiliki cara tersendiri dalam mengungkapkan depresi itu. Ada yang tampak tegar padahal hatinya remuk-redam, ada yang tak mau berkomunikasi dengan siapapun, ada pula yang menangis berhari-hari. ”Karena itu, butuh persiapan mental bagi perempuan yang menempuh perceraian.”

Hal lain yang perlu dipikirkan adalah berkenaaan dengan tempat tinggal. Setelah berpisah dengan mantan suami, apakah akan kembali ke rumah orangtua atau tinggal sendirian. Demikian juga dengan kebutuhan hidup. Bagi wanita yang bekerja tidak begitu masalah, sebab pemasukan tetap ada. Namun, bagi wanita yang sebelumnya tergantung pada penghasilan suami, tentu harus berpikir bagaimana membiayai hidup sehari-hari.

Dari sisi administrasi pun banyak yang harus diurus, semisal pembagian harta bersama. Jika ada rekening bersama atas nama suami atau istri, kini harus dipisahkan. Kalau si wanita memilih pindah rumah, tentu harus mengurus surat pindah, ganti KTP, dan surat identitas lainnya.

Bagi pasangan yang sudah memiliki anak, permasalahan yang dihadapi jauh lebih pelik. Namun sepelik apapun, masalah yang menyangkut anak tetap harus diprioritaskan. Sebab, anak adalah korban tak bersalah dari perceraian orangtua. Hak asuh anak harus dipikirkan secara matang. Anak akan ikut ibu, atau ayah.

Perlu juga dipikirkan bagaimana pendidikan si anak ke depan serta bagaimana pembiayaannya. Jika anak pindah sekolah karena mengikuti ibu yang pindah rumah, sangat mungkin hal ini akan menimbulkan beban bagi anak. Sebab, ia akan mendapat pertanyaan dari teman-temannya, kenapa pindah sekolah. Bagi anak, tentu ini pertanyaan yang sangat tidak menyenangkan.

Selain itu, menurut Nina, anak-anak — terutama usia TK dan SD — cenderung mengalami perubahan perilaku pasca perceraian orangtua. Mereka bisa jadi akan lebih rewel, nakal, atau murung. Karena itu, orangtua sebaiknya memberitahu pada guru perihal perceraian yang terjadi sehingga guru mengetahui latar belakang dari anak tersebut.

Menyimak uraian Nina, jelas sekali bahwa perceraian bukan sesuatu yang gampang. Konsekuensinya sangat banyak. Itu mengapa, Nina selalu berusaha ‘menyadarkan’ para klien-nya yang hendak bercerai untuk menimbang-nimbang kembali untung-rugi dari perceraian. ”Ternyata lebih banyak ruginya.” Jadi?

FANZIS LAW OFFICE – PENGACARA JOGJA | JASA PENGACARA | ADVOKAT JOGJA Lawyer Terbaik Dengan Hasil Terbaik. Kami menyediakan layanan hukum baik Pidana, Perdata maupun Tata Usaha Negara meliputi semua tingkatan di seluruh Indonesia. Untuk berkonsultasi KLIK DISINI. Hubungi Kami di 085743530020 | Email : fanzislf@yahoo.com atau fanzislawoffice@gmail.com

 

No Comments

Leave a Comment